1.099 Mahasiswa UPR Wisuda

Universitas Palangka Raya (UPR) mewisuda 1.099 mahasiswa dari jenjang Strata Satu (S1) dan Magister (S2) Periode April 2019 dalam Rapat Senat Terbuka di aula Palangka Raya, Sabtu (27/4).

Pelaksanaan wisuda kali ini berbeda dengan wisuda tahun-tahun sebelumnya, dimana untuk wisuda periode April 2019 ini dilaksanakan sebanyak 2 sesi, yakni pada siang dan malam hari.

Wisuda Sabtu siang dikukuhkan sebanyak 851 wisudawan/wisudawati terdiri 33 dari Program Pascasarjana, 477 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 142 dari Fakultas Pertanian, 119 dari Fakultas Teknik dan 80 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sedangkan pelaksanaan Sabtu malam dikukuhkan sebanyak 247 wisudawan/wisudawati yakni 127 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 60 dari Fakultas Hukum dan 60 dari Fakultas Kedokteran.

Rektor UPR, Dr Andrie Elia SE,M.Si dalam sambutannya dihadapan para wisudawan mengharapkan, para wisudawan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan agar memiliki daya saing.

Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari perguruan tinggi, tetapi menambah ilmu pengetahuan bisa dilakukan diluar kampus.

“Saat ini kita memasuki era Revolusi Industri 4.0. Untuk itu, lulusan UPR agar terus mengembangkan diri agar mampu bersaing,’’ ujarnya.

Dilain pihak, Andrie Elia juga berharap agar alumni, wisudawan dan mahasiswa dapat membantu meningkatkan dan mengembangkan UPR. ‘’ Mengembangkan dan meningkatkan UPR tidak hanya menjadi tugas Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, Dosen dan Mahasiswa, namun para alumni juga harus terlibat,’’ katanya.

Menurut Andrie Elia, UPR sebagai institusi pendidikan tinggi terbesar di Provinsi Kalteng terus berupa memperbaiki mutu dan standar penyelenggraan pendidikan, agar mahasiswa yang memperoleh IPK 3 bahkan sampai 4 semakin meningkat, yang pada gilirannya akan memperpendek waktu studi dan mempercepat penyerapan di pasar kerja.

Namun tambahnya lagi, upaya UPR meningkatkan kualitas dengan IPK diatas 3 bahkan 4 bukan berarti meninggalkan kualitas, tetapi tetap memberikan garansi bahwa telah terjadi transformasi ilmu dalam prosesnya.

Sementara itu terkait pelaksanaan wisuda dilakukan 2 sesi, Andrie Elia mengemukakan, wisuda dilaksanakan dibagi dua Sabtu siang dan malam hari, karena gedung tempat pelaksanaan wisuda tidak dapat menampung jumlah mahasiswa yang diwisuda sekaligus.

Menurutnya, UPR kekurangan sarana dan prasana seperti gedung aula yang dapat menampung beberapa ribu mahasiswa, berbeda dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin yang mempunyai gedung mampu menampung 5 sampai 6 ribu mahasiswa, sehingga wisuda bisa dilaksanakan sekaligus.

Andrie Elia berharap pada tahun tahun mendapat, UPR sudah mempunyai gedung yang mampu menampung ribuan mahasiswa sehingga paling tidak pada pelaksanaan wisuda tahun 2021 sudah dapat dilaksanakan sekaligus.

Pada pelaksanaan wisuda kali ini, ada 5 lulusan dengan prestasi yang sangat membanggakan yakni Ade Kurniawan dari Program Studi S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana yang memperoleh predikat cumlaude dengan nilai IPK 4.00.

Kemudian lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 7 bulan diraih Hiskia dari Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP dengan IPK 3,64. Kemudian Zakiah dari Program Studi Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian memperoleh predikat cumlaude dengan IPK 3,81.

Selanjutnya Nadia Chintayae dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik memperoleh predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,65 dan Martiani Nababan dari Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,72.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.